Library 3.0 : Konsep Perpustakan Masa Kini
Ketegori : Perpustakaan | Oleh : Heni Setiyaningsih | Tanggal : 2015-12-29 16:29:11 | Dibaca : 500 Kali

Telah kita ketahui sebelumnya bahwa dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan (UU No 43 Th 2007) menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.  “Library is the growing organism” yang berarti perpustakaan adalah organisasi yang berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan akurat dalam segala hal baik dalam pelayanan maupun penelusuran sumber informasi. Hal ini dilakukan agar keeksistensian perpustakaan dapat dipertahankan di tengah maraknya penyedia informasi yang lebih canggih yang menjadi kompetitor bagi perpustakaan Sehingga perpustakaan harus memahami konsep teknologi yang bagaimana agar tetap berkembang dan tidak di tingggalkan oleh penggunanya.Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan cepat perpustakaan kini telah menerapkan konsep perpustakaan yang berbasis teknologi seperti library 2.0. Apa sih sebenarnya library 2.0? Library 2.0 adalah Menurut Nugraha (2012:4), Library 2.0 adalah model perpustakaan yang layanannya beriorientasi kepada user/patron, kolaborasi antara pustakawan-user, pustakawan-pustakawan dan melibatkan penerapan teknologi web 2.0 pada sistem informasi dan website perpustakaan. Dengan adanya konsep Library 2.0 ini akan mampu memenuhi berbagai kebutuhan dari generasi – generasi yang mengakses perpustakaan.

Sebenarnya konsep library 2.0 sudah mulai ditinggalkan di dunia internasional, jika kita mengintip konsep Perpustakaan terbaru yaitu konsep library 3.0, konsep library 3.0 merupakan tranformasi lanjutan setelah konsep library 2.0. Dengan tranformasi web yang akan berciri semantik serta ontologi maka web juga berkembang menjadi Web.3.0. Kondisi inilah yang memungkinkan pengembangan konsep Perpustakaan 3.0. Konsep terakhir ini nampaknya akan sangat mempengaruhi cara kerja pustakawan dalam mendeskripsikan pustaka yang berupa multimedia. Dan bagaimana aplikasi web 3.0 dalam perpustakkan ? Yang paling menonjol adalah :

Semantic Web: web Semantic akan memberikan kita pilihan untuk berbagi, bersatu, mencari dan mengatur informasi web dengan cara yang mudah. Layanan Opac yang di konsep one stop service.  Virtual Reference Service untuk melayani pengguna yang jauh dari perpustakaan. GeoTagging ini membantu pengguna untuk menemukan informasi spesifik yang terletak di lokasi tertentu. Ontologies adalah teknik untuk memberikan hubungan semantik kaya antara istilah dan pikiran pengetahuan. Ubiquitous contents konsep ini mengarah pada berbagai bentuk informasi dapat diakses dimana saja tanpa terbatas waktu dan dapat mengggunakan perangkat apa saja.

Pada dasarnya ruang lingkup library 3.0 adalah untuk membangun hubungan semantik antara semua isi web yang tersedia untuk memastikan aksesibilitas, kemampuan pencarian yang cepat dan relevan, ketersediaan dan kegunaan. Pustakawan harus proaktif terhadap penggunaan alat dan teknologi terbaru untuk menciptakan sistem perpustakaan virtual. Tetapi tujuan utama pada dasar tetap sama yakni informasi yang tepat kepada pengguna yang tepat pada waktu yang tepat.

Kategori Artikel

Arsip Artikel

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler