Buku
Ketegori : Perpustakaan | Oleh : Perpustakaan | Tanggal : 2017-10-13 00:00:00 | Dibaca : 35 Kali

Buku merupakan kebutuhan pokok bagi dunia pendidikan pada  tingkat dasar, pertama,  menengah maupun perguruan tinggi  karena buku  sarana penting dalam keilmuan yang banyak memberikan manfaat bagi peradaban manusia. Bahkan bukupun tidak hanya diperuntukkan bagi yang sekolah saja akan tetapi untuk semua lapisan masyarakat, justru dianjurkan bagi masyarakat untuk mencintai buku dan gemar membaca. Penemuan buku berawal  di temukannya    kertas pada     tahun 105 M Tsai Lun  yang berasal dari cina   bahan bambu, penemuan ini  lalu menyebar ke jepang dan korea.   Teknik pembuatan kertas jatuh pada bangsa arab pada  masa Abbasiyah setelah terjadi kekalahan perang dinasti Tang pada tahun 751 M,  di mana tawanan perang harus mengajarkan teknik pembuatan kertas.  Akhirnya  munculah pusat – pusat industri  di bagdad, Samarkand dan kota – kota lainnya yang kemudian  menyebar ke daratan italia, india dan   eropa. Pada Abad 12 orang – orang eropa belajar teknik pembuatan kertas  sehingga kertas   mengalami perkembangan  pesat, apalagi sejak ditemukan  alat  mesin cetak kertas oleh  Johann Gutenberg (1400-1468).  Penemuan buku atau kertas memiliki keterkaitan  erat akan  kesadaran manusia  tentang   pentingnya     pencatatan dan perekaman tulisan dan  karena    keterbatasan kemampuan otak  manusia dalam mengingat berbagai informasi. Pada jaman dulu   sebelum kehadiran kertas untuk menulis dan menggambar  orang   memanfaatkan  batu, papyrus, kulit ,  tulang binatang, daun lontar   bahkan  sutera.   
Sejak di temukan  kertas merupakan revolusi baru bagi peradaban tulis menulis yang pada akhirnya memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia terutama dalam bidang pengetahuan dan terbentuklah buku yang tidak hanya sekedar lembaran -  lembaran kertas saja.  Secara umum buku memiliki pengertian  yaitu   lembaran kertas  kosong yang dijilid jadi satu   dengan  tujuan dimanfaatkan untuk   menulis, menggambar, dan lain – lain  dan    buku  juga    berbentuk  lembaran – lembaran  kertas yang di dalamnya  sudah berisikan  angka, gambar dan  huruf  menjadi rangkaian kata atau kalimat,  dimana setiap orang bisa melihat serta  membacanya,   sehingga mereka bisa menginterpretasikan atau menerjemahkan sendiri sesuai dengan kemampuan pikir dan pengalaman mereka. Kemampuan buku sebagai sumber   informasi   menjadikan  buku   sebagai bahan  rujukan atau acuan bagi semua orang yang memiliki kepentingan sesuai dengan  bidangnya masing – masing mulai dari agama,  sejarah, politik, kebudayaan, perekonomian, psikologi, geografi  dll. Berbagai   informasi  dari  belahan dunia lain pun  tanpa kita harus mendatangi  tempat tersebut akan bisa kita peroleh  melalui buku. Sebagai sumber informasi dan inspirasi maka isi buku harus bisa  dipertanggungjawabkan  oleh penulis, penerbit  dan semua yang terkait karena     sifat buku yang   mempengaruhi.   
Kedahsyatan  buku selain sumber informasi yaitu  mampu mempengaruhi pola pikir serta       imajinasi kita dalam  kehidupan sehari – hari karena  dunia buku merupakan dunia imajinasi yang tidak dapat di masuki oleh siapapun atau di intervensi oleh orang lain dan  buku dapat  menggiring kita untuk  menyetujui tulisan yang kita baca atau membentuk opini  sesuai  yang diharapkan penulis .   Dampak dari membaca buku sangat banyak sekali baik dari sisi positif maupun negatif, namun kecenderungan kearah positif lebih banyak karena dengan buku kita dapat melalang buana menemukan ilmu pengetahuan, tujuan, ketenangan dan masih banyak lagi sehingga tak heran ada  ungkapkan bahwa buku adalah jendela dunia.     
Namun begitu bagi sebagian kalangan masyarakat kita buku bukanlah  sesuatu yang  penting dan menarik. keberadaan buku   di pandang sebelah mata karena   dianggap tidak memberikan kontribusi yang berarti dalam kehidupan mereka     terutama dalam perekonomian.   Kita sadari bagi negara berkembang seperti Indonesia buku bukan hal  yang di prioritaskan untuk dibeli atau dimiliki, karena  dengan  tingkat kesejahteraan masyarakat  yang masih  rendah  serta kesadaran    yang belum mengakar di masyarakat  akan pentingnya ilmu pengetahuan menjadikan buku atau  pendidikan bukan kebutuhan pokok  tetapi masuk pada kategori   kebutuhan tambahan.       Harga buku  yang relatif mahal dan  anggapan   buku hanya diperuntukan  bagi      dunia pendidikan        menjadi penyebab      buku  jauh dari jangkauan masyarakat terutama  kelas bawah. Berbagai upaya untuk meningkatkan minat baca   di masyarakat kita memang harus di upayakan oleh semua pihat yang terkait.    Seperti pendirian perpustakaan di pedesaan atau di pelosok, mobil pintar ( perpustakaan keliling ), pembagian buku gratis  merupakan bentuk – bentuk   kegiatan yang akan sangat bermanfaat dan diharapkan  mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca buku.
Sesuai dengan kemajuan jaman dan semakin tingginya  teknologi, bukupun mengalami perkembangan   yaitu dengan kehadiran  E -Book (elektronik buku). E-book adalah  hasil pengembangan dari keberadaan buku cetak yang bisa dibaca melalui alat elektronik seperti komputer,laptop dengan menggunakan  format pdf,jpeg, html dan lain – lain. Kehadiran e-book banyak memberi kemudahan bagi masyarakat dalam pengaksesan informasi tanpa mengenal jarak, ruang dan waktu.    Informasi secara digital merupakan aternatif yang ditawarkan melalui dunia maya pada masyarakat selain media cetak seperti buku, koran maupun majalah. Dengan era digital diharapkan masyarakat melek teknologi dan mampu meningkatkan minat membaca, lalu bagaimana keberadaan buku cetak sendiri dengan semakin canggihnya teknologi dan kehadiran internet? Keyakinan  buku tidak akan pernah punah dan di tinggalkan oleh manusia walaupun cetak   mulai beralih dalam bentuk digital  disebabkan  kelebihan   buku cetak sendiri diantaranya untuk membaca buku cetak tidak memerlukan keahlian teknologi, biaya lebih murah dibandingkan kita membeli sarana untuk membaca secara digital, sensasi yang berbeda atau ada kenikmatan tersendiri membaca buku cetak dibanding e-book dan masih banyak kelebihan – kelebihan lain. Apalagi   negara berkembang seperti Indonesia dimana ribuan pulau  dan pelosok – pelosok pulau belum terjangkau oleh internet atau sumber daya manusia yang belum terkena sentuhan teknologi maka buku cetak menjadi pilihan utama. (sumber:  dari berbagai sumber)
 

Kategori Artikel

Arsip Artikel

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler