SEJARAH

Perpustakaan UMM berdiri tahun 1964 dan mulai dikelola secara sungguh-sungguh sebagaimana lazimnya perpustakaan perguruan tinggi modern pada tahun 1986. Secara geografis perpustakaan UMM pada awalnya terletak di dua lokasi yaitu Jl. Bandung No. 1 sebagai perpustakaan kampus I dan Jl. Bendungan Sutami 188 A sebagai perpustakaan kampus II yang sekaligus sebagai perpustakaan pusat. Dalam perkembangannya sejak Agustus 1993, perpustakaan pusat dipindah ke kampus III (kampus terpadu) yang terletak di JL. Raya Tlogomas KM 8 Tegalgondo menjadi Perpustakaan Pusat UMM yang memiliki tiga lantai dengan luas 5100 m2. Sementara perpustakaan kampus I menjadi Perpustakaan Pasca Sarjana, Perpustakaan Kampus II menjadi perpustakaan untuk koleksi Kedokteran, Akper dan Farmasi. Pada awal tahun 1998 koleksi agama (klas 200) yang pada awalnya berada di Perpustakaan Pusat dipindahkan ke Masjid AR Fachruddin, dengan tujuan agar kajian tentang Islam dan Kemuhammadiyahan mendapat dukungan dan informasi yang selengkap-lengkapnya.

Sejak awal berdiri sampai saat ini Perpustakaan UMM telah mengalami beberapa pergantian pimpinan, diantaranya:

  1. Drs. Ikhsan Anshori, M.Pd.
  2. Drs. Muslech, M.Si.
  3. Wahjoe Dwiprijono, S.Sos. (1987-2000)
  4. HM. Mansyur, M.M. (2000-2003)
  5. Sobari, S.E., M.M. (2003-2008)
  6. Dr. Erny Ishartati (2008-2010)
  7. Prof. Dr. Dyah Roeswitawati, MS. (2010- sekarang)

Perpustakaan UMM mulai melakukan restrukturisasi, revitalisasi dan reorganisasi  pada tahun  2002 dan   mulai meningkatkan mutu layanan dengan menerapkan sistem perpustakaan terotomasi dengan menggunakan software LASer (Library Automation Services) yang dibuat dan dikembangkan oleh Muhammadiyah Digital Library Research Group (MDLRG) UMM.