Masjid Ar-Fachruddin
(sebelumnya bernama Masjid Ad-Dakwah) dibangun pada tahun 1993 hingga 1996, dan
diresmikan oleh Presiden RI ke-3, yaitu B.J. Habibie pada tahun 1998. Ide
pembangunan masjid ini merupakan ide dari Bapak Malik Fadjar. Ketua pembangunan
ini adalah Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dan Mas Suyoto. Masjid ini
terletak di tepi Jl. Raya Tlogomas, akses menuju kota Batu. Bangunan bergaya
modern yang eksotik, strategis, dan sering menjadi tujuan wisata. Masjid ini
terdiri dari 5 lantai, yang tidak hanya digunakan untuk tempat ibadah, tetapi
juga untuk perkuliahan dan perkantoran. Lantai 1 dipakai untuk kantor, kantin,
laboratorium, layanan konseling, poliklinik, dan radio UMM FM. Lantai 2 dipakai
untuk kantor takmir, perpustakaan, ruang kuliah, laboratorium psikologi, aula,
dan tempat wudhu. Sementara lantai 3-5 adalah ruang utama untuk sholat.
Uniknya, masjid ini memadukan tiga kebudayaan sekaligus, yaitu Jawa, Arab, dan
Modern. Masjid Ar-Fachruddin menjadi pusat dakwah Muhammadiyah dan kegiatan keislaman
bagi civitas akademika maupun masyarakat umum.
Sumber :
Artiani, E. (2016, 28 Oktober). Masjid
AR-Fachruddin. https://elvinaartiani.wordpress.com/2016/10/28/24/
Suprayogo, I. (2016, Juni 7). Menerima tamu pengurus Masjid Ar‑Fachruddin.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. https://uin-malang.ac.id/r/160601/menerima-tamu-pengurus-masjid-ar-fachruddin.html
Universitas Muhammadiyah Malang. (2020). Masjid.
from https://www.umm.ac.id/id/pages/masjid.html