Kegiatan Seminar dan Workshop FPPTI Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan pada Jum’at, 28 November 2025 berlangsung dengan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara ini menjadi ruang kolaborasi penting bagi praktisi, akademisi, serta pengelola perpustakaan dalam memperkuat transformasi layanan informasi di era digital dan kecerdasan artifisial.Acara ini diawali dengan sambutan para pimpinan dan dilanjutkan dengan Opening Speech dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr.Fauzan,M.Pd.Dalam keynote-nya berjudul “Perpustakaan Berdampak”, beliau menegaskan pentingnya perubahan fundamental perpustakaan untuk menjadi ruang publik inklusif, interaktif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi AI. Beliau menekankan bahwa pustakawan tidak lagi sekadar keeper of information, tetapi harus bertransformasi menjadi connector, fasilitator inovasi, dan bahkan AI developer untuk menjawab tantangan zaman.
Sesi Seminar: Narasumber & Topik Unggulan
Seminar diisi oleh sejumlah pakar dan praktisi yang memaparkan gagasan, pengalaman, serta inovasi terkini dalam pengembangan perpustakaan modern.
1.Chandra Pratama Setiawan, S.IIP., M.Sc.
Topik: Solusi Kecerdasan Artifisial untuk Layanan dan Penelusuran Informasi Modern
Dalam paparannya, Chandra membahas bagaimana AI dapat mengoptimalkan penelusuran informasi, meningkatkan kualitas metadata, hingga menciptakan layanan referensi otomatis yang responsif.
2.Best Practice Presentations
Dua pustakawan inovatif berbagi pengalaman transformasi digital di perpustakaan akademik:
•Moh. Zawawi, A.Md., S.I.Pust. (Universitas Muhammadiyah Malang)
Topik: Pustakawan sebagai Inovator AI: Transformasi Layanan Digital di Perpustakaan UMM
Zawawi memaparkan inovasi layanan berbasis AI di UMM, termasuk pengembangan Chatbot Flowise AI, optimasi literasi informasi digital, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan pengalaman pemustaka.
•Achmad Qorni Novianto, S.Ptk., M.M. (Universitas Negeri Malang)
Topik: Digital Heritage Preservation: UMM Special Collection di Era AI
Qorni menyoroti pentingnya preservasi koleksi khusus (special collection) dengan dukungan teknologi AI, mulai dari digitalisasi, manajemen metadata otomatis, hingga upaya pelestarian heritage kampus secara berkelanjutan.
•Ida Fajar Priyanto, M.A., Ph.D.
Topik: Paradigma Baru Perpustakaan sebagai Ruang Pembelajaran Alternatif di Era AI
Ida Fajar menekankan paradigma bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar penyedia koleksi, tetapi menjadi ruang belajar alternatif yang adaptif, tempat kolaborasi, penciptaan pengetahuan, dan integrasi teknologi pembelajaran modern.
•Yeni Fitria Nurahman, S.IIP.
Topik: Implementasi Heterotopia Perpustakaan dan Pemanfaatan AI di Perguruan Tinggi
Yeni membahas konsep heterotopia perpustakaan—ruang yang menjembatani banyak fungsi dan realitas—serta peluang penerapan AI untuk menguatkan layanan, literasi digital, dan pengalaman pemustaka di kampus.
3.Sesi Workshop: Memperdalam Kompetensi Praktis
Selain seminar, peserta juga mengikuti workshop tematik yang menghadirkan praktik langsung transformasi teknologi, termasuk:
•Integrasi AI dalam preservasi digital
•Penguatan layanan berbasis bot cerdas
•Pengembangan ruang belajar modern berbasis teknologi
•Strategi manajemen koleksi digital
Workshop berlangsung interaktif dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan berbagai teknologi dan pendekatan baru di perpustakaan masing-masing.
4.Antusiasme Tinggi & Dampak Positif
Rangkaian kegiatan seminar dan workshop tahun ini menjadi momentum penting bagi perpustakaan perguruan tinggi di Jawa Timur untuk:
•memperkuat jejaring profesional,
•berbagi praktik baik,
•membangun inovasi kolaboratif, dan
•mempercepat transformasi layanan berbasis kecerdasan artifisial.
Acara ditutup dengan penuh optimisme bahwa perpustakaan akan terus menjadi pusat perubahan—bukan hanya penyedia informasi, tetapi pusat peradaban digital yang berdampak luas bagi masyarakat akademik dan bangsa.